• Jam Buka Toko: 08.00 s/d 20.00 WIB
  • Status Order
  • Tlp: +6281287090961
  • SMS/WA: +6281287090961
  • Line : pilapilih
  • info@pilapilih.com
Terpopuler:

Mengenal Lebih Jauh Alat Gendong Bayi.

29 September 2017 - Kategori Blog

Bagi kaum Ibu, menggendong bayi adalah hal yang wajib. Menggendong bayi bisa membangun komunikasi dan ikatan emosional antara ibu dan anak.

Setuju nggak dengan pernyataan di atas? Mengapa demikian? Karena kebutuhan dasar bayi yaitu aman dan dicintai terpenuhi sempurna (Powell.A, Harvard Researches Say Children Need Touching and Attention, Harvard Gazette).

Namanya juga pertama punya anak bayi, pastinya pengen nge-gendong terus-terusan. Karena masa-masa menggendong itu cuma sebentar. Periode pemakaian alat gendong lebih banyak terjadi di usia bayi 3-8 bulan. Selebihnya alat gendong tak lagi utama karena anak harus sudah dilatih kakinya untuk berjalan.

Kalau sudah gede pasti gak mau digendong lagi kan? selain sudah berat untuk digendong, anaknya pun lebih suka lari-lari kesana kemari.

gendongan bayi

Ternyata, menggendong bayi itu penting banget lhoo… Mau sambil nyusuin, mau sambil baca buku, mau bagaimanapun posisinya, menggendong itu punya keunikan tersendiri. Apalagi kita akan semakin dekat dengan bayi.

  • Menggendong bisa menyatukan dan melekatkan hubungan emosional ibu dan anak secara intens dan alami lahir batin.
  • Menggendong anak merupakan salah satu bentuk pengasuhan yang sangat praktis. Coba bandingkan, kalau anak diletakkan di kasur malah akan bikin repot dan mengganggu pekerjaan. Kita akan sering bolak balik ke kamar, akhirnya tidak praktis. Sambil menggendong anak, Bunda bisa mengerjakan pekerjaan rumah lainnya seperti memasak dan mencuci. Di samping itu Bunda bisa langsung mencium buah hati dan anak menjadi tidak rewel.
  • Bahkan untuk jalan-jalan ke mall, akan lebih praktis anak di gendong dibanding diletakkan di stroller (kereta dorongan). Karena, kita harus mengeluarkan dan memasukkan stroller ke mobil, belum lagi kalau menggunakan ekskalator.
  • Dengan menggendong anak, ibu bisa merasakan langsung kalau anaknya buang air kecil maupun buang air besar.
  • Menggendong salah satu bonding (melekatkan ikatan emosional). Prinsip bonding membentuk karakter anak lebih mandiri dan percaya diri. Karena seperti masih di dalam rahim, anak merasa nyaman dibawa kemanapun ibunya pergi.

Kalau ada orang yang bilang nanti bau tangan lho anaknya kalau sering-sering digendong. Semua bayi newborn pasti lebih tenang dan nyaman bila didekap dan digendong seperti di rahim. Well, sesuailah sama umurnya. Biasanya dia hangat dalam perut sekarang harus buanyak melihat macem-macem, untuk membuat dia nyaman ya bayi mintanya digendonglah.

Saking pentingnya menggendong itu, Bunda perlu sedikit putar otak gimana caranya biar tetap bisa menggendong tapi juga bisa melakukan aktifitas lain (makan contohnya).

Situasi di mana Bayi tidak mau ditinggal sebentar saja itu sering banget terjadi. Jadi, aktifitas sehari-hari ya menggendong terus-menerus. Kecuali dia sudah tidur nyenyak beda ceritanya (itupun Bunda ikutan bobo juga biasanya :P). Kalau menggendong sebentar-sebentar okelah.. lah kalau lama peggellah booo!!! Sapa bilang menggendong bayi itu gak bikin pegel ? hehehe..

Terus Alat Gedong Bayi Mana Yang Cocok ?

Dari model jarit modern, ransel, hingga keranjang “belanja”. Asalkan penggunaannya sesuai usia dan perkembangan anak, semuanya aman, kok.

Alat gendong, menurut Dr. H.M.V. Ghazali, MBA, MM dari Kids World, kini penggunaannya tergantung dari tujuan dan posisi yang diharapkan. Apakah hanya sekadar untuk menggendong sambil memberikan ASI atau seraya melakukan pekerjaan ataukah untuk bepergian? Juga, apakah posisi menggendongnya ingin menghadap depan ataukah digendong di belakang?

Namun pada prinsipnya, semua alat gendong fungsinya sama, yaitu untuk mengurangi beban menggunakan tangan dalam menggendong bayi. Jaman dulu, kan, belum banyak yang memakai jasa babysitter atau pembantu, padahal ibu-ibu tetap harus mengerjakan dan mengurus sendiri segala urusan rumah tangganya. Baik mengurus anak atau pekerjaan di dapur, bahkan di ladang. Maka, digunakanlah alat gendong tradisional berupa jarit atau kain panjang yang diselempangkan ke bahu ibu.

Perkembangan Alat Gendong.

Jika dulu alat gendong yang banyak dipakai adalah jarit, kini dengan makin berkembangnya teknologi ilmu pengetahuan, model alat gendong pun sudah banyak ragamnya, dengan corak dan bahan yang beragam pula, entah dari kain maupun plastik.

Ragam alat gendong ini, muncul karena pengaruh pola hidup di Barat. Di Indonesia, karena kini kaum ibu pun banyak yang bekerja, maka mereka lebih memilih alat gendong ala Barat yang dirasakan lebih praktis dan tak ‘merusak’ penampilannya.

Toh, hubungan psikologis antara ibu dan anak juga tak lantas jadi rusak. Artinya, baik dengan alat tradisional jarit maupun alat gendong modern, pemakaiannya tetap bermanfaat bagi hubungan psikologis antara ibu dan anak, kecuali bila si anak diserahkan pada pengasuh.

Pun tak ada pengaruh buruk yang berarti bagi si bayi karena alat gendong tersebut dibuat sesuai struktur tubuh bayi hingga bayi bisa aman dan nyaman dalam alat gendong tersebut.

Keamanan Alat Gendong.

Tentu saja, walau alat gendong ini dirancang secara aman, tapi tetap saja bisa terjadi kecelakaan pada bayi. Misal, orang tua terlalu memaksakan, bayi belum bisa duduk, digunakan alat gendong model duduk seperti ransel.

Karena tulang punggungnya belum siap untuk tegak, kalau dipaksakan akan membuatnya jadi tak nyaman dan bahkan mungkin cedera. Kalau, toh, mau dipakai juga, sebaiknya diberi penyangga yang agak keras untuk menyangga bagian leher, kepala, dan punggungnya. Dengan demikian, tak ada risiko untuk tercengklak lehernya.

Jadi, bahaya alat gendong bayi lebih karena orang tua tak memperhatikan faktor usia dan perkembangan anak hingga anak pun tercengklak. Selain, ketidaktelitian dalam mengaitkan tali-temali atau menyimpulkan ikatan kainnya hingga membuat anak terlepas dari gendongan.

Maka dari itulah, kalau akan menggunakan alat gendong, sebaiknya dicek dengan baik. Juga ada terjadi, walau jarang, karena si ibu mengantuk hingga anak dalam gendongan bisa terbentur.

Soal mitos tentang alat dan cara menggendong akan berdampak pada kecacatan anak, misal, kakinya jadi huruf O atau X atau anak jadi bongkok hanya bisa terjadi kalau ada penyakit kelainan tulang. Kalau tidak, takkan ada masalah. Selama bayi tak menangis kesakitan, tak ada pengaruhnya terhadap sistem tulang-tulang, sendi, dan tendon atau perototan. Jadi, sepanjang memenuhi dasar perkembangan anak, aman-aman saja. Terlebih, pada dasarnya bayi masih lentur tubuhnya hingga kita tak perlu takut badan bayi keseleo, terjepit, dan sebagainya.

Aneka Alat Gendong.

  • Jarit atau kain panjang. 

Bisa dikatakan sebagai alat gendong tradisional. Digunakan dengan cara diselempangkan dan disimpulkan di bagian belakang bahu ibu. Dengan jarit, anak bisa digendong di depan atau di belakang, sambil ibu tetap melakukan tugasnya dengan leluasa, seperti menumbuk padi atau melakukan pekerjaan dapur. Dengan demikian, hubungan psikologis antara ibu dan anak tetap terjalin, karena anak berada dalam dekapan sang ibu.

  • Jarit Modern. 

Yang dimaksud jarit modern adalah alat gendong yang polanya tetap sama dengan alat gendong tradisional, yaitu diselempangkan di bahu si ibu, tapi bahannya dibuat khusus dan tak sepanjang kain jarit. Pemakaiannya juga lebih simpel karena tak perlu diikat lagi tapi sudah ada ring pengikatnya, tinggal ditarik-ulur panjangnya sesuai kebutuhan. Tempat untuk posisi bayi pun sudah tersedia sesuai ukuran tubuh bayi, hingga bayi akan merasa nyaman kala digendong. Sampai usia bayi 1,5 tahun alat gendong ini masih bisa digunakan.

  • Model Ransel. 

Alat gendong berbentuk ransel memungkinkan anak menghadap ke depan, hingga kala dibawa berjalan-jalan, ia pun dapat menikmati pemandangan. Tangan dan kakinya juga bisa leluasa bergerak. Bayi ditaruh di belakang punggung si ibu seperti kita menggendong ransel pun bisa. Bila anak tidur bisa diganti posisinya dengan menghadap ke tubuh ibu dan menempelkan badannya ke dada ibu. Sebaiknya alat gendong ini digunakan bila bayi sudah bisa duduk.

  • Gendongan Modern. 

Dulu, gendongan dari bahan kain amat populer. Meski gendongan tersebut tak sepenuhnya ditinggalkan, tapi kini orang banyak mulai beralih pada gendongan “modern”, terutama kala digunakan saat bepergian.

Gendongan “modern” telah dirancang khusus, baik penyanggah atau penopangnya sesuai dengan badan anak dan si penggendong hingga aman dan nyaman bagi keduanya. Si penggendong pun bisa leluasa beraktivitas, entah menyapu atau mengetik.

Gendongan “modern” ada yang diperuntukkan bagi bayi, ada pula yang khusus buat anak yang sudah lebih besar. Variasinya pun beraneka sesuai kebutuhan si penggendong, apakah dengan posisi anak di depan dada, tiduran, atau di belakang (punggung).

Yang model gendong depan dan belakang seperti kantung kanguru, anak masuk ke dalam kantung itu hingga sebatas ketiak. Penopangnya adalah tali sangat kuat, dicantolkan di pundak penggendong seperti layaknya kita membawa tas ransel.

Sementara gendongan dengan posisi tidur, anak benar-benar masuk ke dalam kantung yang sama panjangnya dengan panjang badan anak hingga ia bisa rebahan.

Di sini anak seperti terbungkus, tapi kepalanya tak sampai tertutup. Penopangnya juga tali yang diselendangkan pada pundak kita, sama seperti gendongan dari bahan kain.

Namun, sebelum membeli gendongan “modern”, kita harus pastikan gendongan itu sesuai usia si kecil. Untuk bayi, belilah gendongan untuk posisi anak tidur, bukan model kantung kanguru. Bila model kantung kangguru digunakan untuk menggendong bayi, kasihan, karena tulang punggungnya belum kuat hingga bisa membahayakannya.

Perhatikan pula bahan gendongan, lembut apa tidak; simak baik-baik jahitan, tali, dan sambungannya kuat apa tidak. Bila persyaratan itu tak terpenuhi, jangan dibeli atau digunakan untuk menggendong anak. Untuk tali, jangan terlalu panjang demi kenyamanan penggendong.

gendongan bayi

Terakhir, jangan lupa setiap kali kotor atau basah karena BAK/BAB segera cuci. Kebersihan gendongan harus selalu terjaga dengan baik.

Jadi Tidak ada lagi istilahnya males gendong, capek, bau tangan dll… banyak cara buat mempermudah semuanya dengan tidak mengurangi kualitas dan kuantitas menggendong. Salah satunya dengan punya gendongan yang tepat. Masa-masa menggendong itu sebentar lohh ^^.

, , , ,